Panik: Kubu Jokowi pakai cheerleader Survei


Hi.. hi.. Happy People…

Dihari minggu kemarin akupun terkejoet, melihat sebuah sorak-sorai bagi kubu tetangga.

What can i say ya… Sebuah lembaga survey mengeluarkan hasil ‘’hitung-hitungan’’ mereka yang menurut aku bisa dibilang usang. Survei dilakukan diawal bulan hingga pertengahan september lalu, kemudian dipublish di menuju pertengahan bulan  ini. Kayaknya untuk lembaga sekaliber itu terlalu lamban atau sengaja di keep nunggu momen, terserah sih yang jelas for me ini ga lebih dari aksi pemandu sorak a.k.a cheerleadersnya petahana. Tidak relevan untuk diperbincangkan, udah lewat, sebulanan pasti udah ada perkembangan dong ya.

Kepanikan terlihat seiring menguat dan naiknya popularitas pasangan Prabowo-Sandi. Gagasan-gagasan ekonomi yang jadi semangat pasangan yang digemari emak-emak dan kaum milenial ini semakin memikat. Bahkan hampir disetiap kesempatan forum-forum, kelompok-kelompok ahli hingga khalayak ramai yang berkumpul untuk memberikan Dukungan pada pak Prabowo dan bang Sandi selalu menitipkan dan memberikan mandat atas harapan mereka pada penguatan ekonomi kita yang tengah porak-poranda. Ga jarang juga secara lantang tokoh hingga masyarakat biasa lewat orasi didepan ribuan orang hingga teriakan di alam maya social media yang juga bisa didengar jutaan orang berisikan bahwa harapan mereka akan ekonomi Indonesia yang lebih beradap ada pada pasangan nomor 02.

Kelakuan konyol lain ditunjukan dengan mengumumkan hasil ‘’ hitung-hitungan’’ mereka yang dibuat untuk memaksakan angka 50% oleh lembaga sebut saja namanya Bunderan ‘’hitung-hitungan’’ Indonesia. Survei dilakukan dengan membagi persegmen, bukan keseluruhan masyarakat yang dapat mewakili suara nasional. Sederhananyakan ini pemilihan presiden dan wakil presiden, yang bisa menggambarkan suara nasional dong ya kaaaaan…

Bisa kita bandingkan dengan mudah survei yang hasilnya bisa dipantau secara real time. Survei disocial media yang dilakukan oleh pendukung petahana sendiri. Bahwa junjungan mereka kalah telak melawan tiang listrik bahkan dengan perolehan ga sampai 10% dengan survei yang diikuti seribu lebih orang. Membayangkan lawan tiang listrik saja tepar habis-habisan bagaimana melawan pasangan dengan program penguatan ekonomi yang memang diminati rakyat Indonesia.

Panik chapter sekian juga dipertontonkan dengan ulah kantor survei yang sama yang menjual hasil survei usang dengan berupaya menggiring opini bahwa suara dari cawapres kedua pasangan tidak berpengaruh menurut ‘’hitung-hitungan’’ mereka. Mungkin bagi pasangan nya pak Jokowi itu benar. Karena memang pilihannya tidak begitu populer dan mampu mendongkrak suara, tapi bagi pilihan pak Prabowo beda. Bang Sandi secara jantan harus diakui memiliki terjangan yang sangat kuat. We can see, emak-emak dan milenial punya peran yang cukup bikin petahana panik karena dukungan mereka yang tak terbendung pada bang Sandi. Menjamin ketersediaan lapangan kerja bagi anak negeri jadi daya tarik kuat buat memilih bang Sandi untuk berjuang bersama pak Prabowo mengemembalikan kejayaan Indonesia Raya.

Lain lagi soal elektabilitas yang melonjak 30%.  Secara personal aku agak bingung sih gimana itu. Terang banget ga ada kebijakan petahana sebagai penguasa kini yang istimewa. Yang ada cuma statement orang-orangnya yang malah blunder dan membuat sakit hati rakyat yang sedang susah, mulai dari keong dan kawan-kawan sampai yang terakhir, hmmm yang mana ya, banyak banget, kalian tau lah… bagaimana angkanya dibuat terus melonjak? Kalian imanjinasikan saja

Analisa aku, memang karena mereka ga punya senjata untuk melumpuhkan terjangan popularitas Prabowo-Sandi yang seperti bola saju terus membesar bersama harapan rakyat untuk Indonesia yang lebih baik. Dari ketiadaan senjata itu akhirnya mereka memanfaatkan hoax RS, kayak sekali mendayung dua tiga pulau terlampawi. Buat upaya menekan kebesaran nama pak Prabowo dan bang Sandi, sekaligus menutupi fakta ekonomi yang mangkrak, penanganan kasus korupsi yang memble, isu agama sampai penanganan bencana. Khusus untuk penanganan bencana, mulai dari Lombok sampai Sulteng, bagusnya cuma kita lihat dimedia mainstream, sementara anti tesisnya ga terbendung di sosial media kondisi nyata banyak yang masih jauh dari kata layak penanganan seperti seaman yang tivi biru banggakan setiap jam.

yang paling anyar adalah kekompakan pemadu sorak jokowi yang lain mengklaim bahwa sejumlah pendukung Prabowo-Sandi ramai-ramai pindah dukung petahana karena Hoax RS. lagi-lagi klaim ini mereka bangga-banggakan dengan hasil survei lemabaga-lembaga itu-itu lagi yang juga tercermin lewat kepuasan masyarakat akan kinerja pemerintah menurut imajinasi kekanak-kanakan mereka. kalau diranah belanja online istilahnya gini, promo boleh nipu jangan

Kalau memang kerja, kerja, kerja ga usah panik,panik,panik.
Ok bye

SPREAD LOVE
2919 PRABOWO PRESIDEN

Comments

Popular posts from this blog

Singkap Terbuka, Karakter Kepemimpinan Otoriter Jokowi Adalah Nyata

Bicara Penampilan Capres, Pesta Demokrasi Jangan Jadi Pesta Kostum

Media dan Nafsu Penguasa, pemilih masih percaya?