Mantra Rahasia Prabowo Untuk Double Perfect Skor, Coffee!
Sebenarnya, untuk menceritakan ini, saya sedikit harus meraba-raba. Karena saya bukan penikmat kopi. Ya, kita mau cerita soal kopi. Kopi dan energi dari harapan baru masa depan bangsa yang kita cintai ini.
Orang-orang dimuka bumi ini ada macam-macam. Tapi jenis orang yang hanya bisa membuat saya kagum adalah orang yang menurut saya punya kecerdasan spesial. Dah rahasia kecerdasan bapak yang saya sangat adore ini adalah kopi.
Kata beliau gini, “aneh ya, kok enak!”
Ceritanya, bapak waktu itu mau Ujian, and he found a cola dirumah. Diminum kan tu. Terus beliau baca, di cola itu kan ada cafein yang cukup tinggi. Setelahnya beliau membaca dan belajar untuk ujian saat pendidikan militer diluar negeri.
Sekarang kita semua tahu kalau bapak memang punya kecerdasan yang membanggakan. Dari orang terdekat bapak langsung saya memastikan bahwa IQ beliau adalah 151. Ternyata ada suport kafein dalam pola beliau meraih prestasi selama ini dan mungkin saja ini juga jadi rahasia sebagian orang hebat diluar sana.
Bangga rasanya saat secara langsung mendengar kisah ini. Saat pukul 7 beliau masih berada diruang makan dan meminum kopi sebelum membaca, sejam kemudian saat berada diruang ujian, seperti ada buku dihadapan beliau ketika mengerjakan soal-soal. 90 jadi skor yang didapat. Dengan pengalaman ini beliau semakin yakin kafein dalam kopi membuat terang pikiran dan ingatan beliau.
Ceritanya tak sampai disitu, dengan skor ujian yang nyaris sempurna itu, bapak ditiduh menyontek saat ujian berlangsung, dan kemudian untuk memastikan kemampuan asli beliau diadakan re-test. Saat itu beliau dites ulang seorang diri dan dijaga oleh tiga orang pengawas. Seperti pergerakan beliau selama ini, tak sedikitpun ia akan gentar saat sedang tidak berbuat salah. Dengan gagah bapak menghadapi ujian itu, tentunya dengan mantra yang semakin menjadi andalan hingga kini, KOPI.
BOOM, another perfect skor, berhasil didapat dengan pengawasan tiga orang sekaligus,99. Satu pernyataan yang paling saya suka saat mendengar kisah ini adalah saat bapak berkata, “No Problem”. Seorang yang memang benar tidak akan takut apalagi mundur dalam pertempuran disituasi apapun. Ini juga yang membuat saya yakin bahwa bapak memang sudah dipersiapkan untuk memimpin tanah tumpah darah ini setelah kita semua diberi lima tahun belajar dan mensortir kebenaran dan nurani walau dengan berdarah-darah banyak benturan yang diciptakan untuk kita sesama anak bangsa.
Kemudian skor sempurna yang bapak dapat membuat guru atau pelatih atau semacamnya yang mendidik bapak kala itu bertanya, apakah bapak adalah lulusan dari salah satu dari tiga akademi militer terbaik dunia saat itu. Dengan bangga bapak menyebut, beliau adalah lulusan akademi militer Indonesia, Magelang.
Dari bapak saya jadi tahu, mampu meng up 20% kemampuan fisik dan intelektual. Hal yang juga beliau sugest ke pasukan beliau, terbukti pasukannya memiliki kemampuan yang diperhitungkan kala itu.
Kayaknya i should try nih. Seingat saya lagi, ada banyak dari teman-teman saya yang belum bisa mikir oke kalau belum kena kopi. After kopi, kayak mereka punya banyak energi baru buat ngapain aja. Persis yang beberapa kali bapak sampaikan, bahwa timnya sudah tahu, saat ada secangkir kopi saat bapak akan melakukan penyampaian-penyampaian atau pidato, maka itu setara dengan kekuatan bapak 3 jam. Candaan beliau, saat tidak disediakan kopi, makan timnya sedang bekerja sama biar cepet.
To all coffee lovers, saya iri sih, mantra yang sama yang you guys have kayak bapak. And its true, a great person have their own great mantra. coffee. Saya apa ya? Eits, kalau ga suka kopi jangan ngaku-ngaku ya, kalau minum kopi, ya udah ngaku aja, if you know what i mean...

Comments
Post a Comment